Sabtu, 29 Desember 2012

kasih…… merangkai kata ungkapan jiwa terhampar dalam hamparan sejak tiada mendengar suaramu sangat terasa kehampaan hari-hari sunyi tanpa gairah jiwa kosong semua terasa mati kasih……. karena cinta teramat dalam pengharapan dalam penantian hati menangis ….teriris rindu akan dirimu di setiap waktu memeluk bayangan mu di setiap tidur ku garis pada renungan hati selagi jiwaku masih ada dirimu akan tetap ku raih…. namun…… jika diriku sudah tiada suatu kebanggaan bahwa diriku telah memiliki “CINTA SEJATI”

Letih sudah kumenahan rindu rindu yang tak kesampaian mungkinkah jadi kenyataan atau hanyalah sebuah angan Lelah kini kubertahan dalam kesepian jiwa mungkinkah ia merasakan ataukah hanya bertepuk sebelah tangan saja Follow Kami : Aku ingin suatu hari nanti ia menyadari hati ini yang menyayangi Harapku bila mungkin aku tiada lagi ia tersenyum atas tulus cinta yang kuberi Puisi ini karya: Danti Nur Mawaddah

entahlah.., berapa kali harus kuyakinkan dirimu bahwa rindu yang mengalir dalam darahku adalah rindumu mungkinkah.., kau dengar cerita yang tergelar lewat bisunya malam itu cerita cinta tentang kau dan aku kau tahu purnama ini begitu indah walau tak seindah senyummu yang terakhir kali masih kuingat kasih.., aku lihat senyummu di antara bintang dan bulan purnama aku dengar suaramu lewat hembusan angin dan gesekan daun-daun tapi rinduku belum juga terobati kasih.., apakah hari ini kau simpan rindu seperti rindu yang menggunung di hatiku..? ah.., bila saja mungkin ingin kulihat cinta di matamu sekali lagi..!

di sini di antara kemeriahan dan bintang aku memilih sunyi di mana telah kutanam hektaran rindu untukmu ketika malam berjatuhan hingga terdampar di pagi dan untuk kesekian kalinya aku merasa kau begitu jauh meski kita masih saling berteduh di bawah langit yang sama kekasihku... jika kau percaya angin adalah satu jika kau percaya samudera adalah biru akan kunyanyikan rindu ini lewat angin, lewat laut lewat sunyi dan denting malam

ketika sinar rembulan pucat sesosok rindu tanpa sayap terbang ke langit malam gelap mata gelap hati membuat ia lupa dimana tempat bersinggah gelap malam menghapuskan arah dan tujuan sementara, dingin sunyi menjadi saksi jiwa-jiwa yang menggigil terperosok ke ceruk jurangmalam dalam... sedalam hatimu debur ombak di Pantai Baratmenghantam jiwaku tapi tak mampu goyahkan sepi sapaan angin mengajak kabut dingin menyusupi pori-pori, merontokkan tulang.., tapi tak mampu runtuhkan sunyi sepi tanpa keheningan sunyi dalam kebisuan disitu aku terdampar sendiri menapaki kerinduan

Di dalam kedinginan jiwaku Kau hadir mendekap erat kalbuku Dalam kesendirian nuraniku Kau temani aku dengan kemesraan Dalam kegalauan jiwaku Kau hadir untuk menghiburku Dalam kesepian malamku Kau hadir dalam indahnya mimpiku Tiada yang kupikirkan selama ini Kecuali aku merasa berarti bersamamu Kan kuayun langkahku ini Bersama irama kerinduan Kangen khan slalu menyelimutihatiku Tak ada sesuatu terindah untuku Karena kau segala-galanya bagiku

Saat malam mulai larut Suasanapun semakin senyap Aku terbujur dalam kekakuan Karena hati terpasung dalam kesepian Kesedihan dengan kesendirian Seakan menggugurkan sejuta harapan Sepinya malam berlalu sudah Pagi datang mengawali hari baru Aku terbangun dari panjangnya malam Perlahan aku bergerak, Berdiri dan kubuka jendela Tersiratlah cahaya mentari pagi Menyinari…… Menghempaskan semua khayalan kepahitan Memang, Aku harus tetap tegar berdiri Songsong hari yang baru Sambut dengan sesuatu yang indah Wujudkan misteri cita dan cinta Sambutlah ‘si CINTA’ yang cantik Berikan dia senyum Warnailah hari-hari dengan cinta